Ia juga mengatakan, Indonesia adalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-15 dunia, negara berpenduduk terbesar ke-4, negara berpenduduk muslim terbesar, serta satu-satunya negara di Asia Tenggara anggota G-20.

Menurut Gita yang juga mantan Menteri Perdagangan RI ini, soal kekuatan ekonomi Indonesia,, jauh di atas beberapa negara yang selama ini dianggap kuat. Singapura misalnya yang hanya 1/4 dari dari Indonesia, Malaysia 1/3, dan Arab Saudi hanya separuh dari kekuatan ekonomi Indonesia. Bahkan, Belanda yang dulu pernah menjajah Indonesia sudah bisa terlampaui.

“Yang merasa negara lain lebih kuat dari kita tak lebih karena rasa minder kita.”Rasa minder itu, karena perasaan bahwa kita adalah bangsa kecil dan tak memiliki kemampuan berkomunikasi bahasa asing,” kata Gita.

Menurut Gita, pertumbuhan ekonomi Indoenesia selama ini sangat pesat. Di akhir masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kelak, diperkirakan pendapatan per kapita kita telah menyentuh angka USD5.000.

Gita juga menambahkan, pada akhir masa periode kepemimpinan sebelumnya (Megawati, Gusdur dan Habibie) hanya sebesar USD1.100. Namun, ia mengingatkan, jumlah pendapatan yang besar itu harus disertai dengan pemerataan pembangunan. Kemakmuran yang dirasakan masyarakat di Jawa juga harus dirasakan di belahan wilayah lain Indonesia. (Luthfy.A.S/Ags/maN)